Jadi seperti ini.
Sebuah perasaan aneh,
Aneh seperti campuran sambal dan kopi.
Aku rindu..
Aku rindu pada sang pangeran
Yang selalu melintas dalam benak
Yang selalu terpikir,
dan tak dapat ditepis.
Angin pun tak dapat menerbangkan pikiran tentangnya,
Badai pun juga tak sanggup.
Jadi, aku harus bagaimana?
Apakah aku harus menunggu lagi?
Aku tidak kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar